Akar Penyebab Maraknya Pecandu Judol dan Kiat SELF-HEALING dari Jebakan Judol

Mencuri dan Berzina Saja Masuk Surga (Kabar Gembira bagi Pendosa), maka Apalagi Sekadar Mencandu Judol, Jud! Online?

Tidak Ada yang Lebih Berbahaya dan Meracuni Cara Berpikir daripada Kencanduan dan Mencandu Ideologi Korup Bernama Iming-Iming PENGHAPUSAN DOSA

Question: Katanya Bangsa Indonesia merupakan bangsa “agamais”, bangsa paling superior yang merasa berhak menjadi “polisi moral” dan menghakimi bangsa lain, memiliki SQ paling tinggi di dunia, rajin beribadah, ini dan itu serba di-haram-halal-kan, namun mengapa kini bisa terjadi fenomena sosial dimana hampir sepuluh juta penduduk Indonesia menjadi pemain aktif “judol” (jud! online)? Menjadi terlihat vulgar, betapa “munafikun”-nya bangsa “agamais” bernama Indonesia ini. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Sependek dan Sedangkal apakah IQ, EQ, maupun SQ Umat Muslim?

BURUK WAJAH, JANGAN CERMIN DIBELAH

Superioritas yang Dibangun Diatas Pilar Rapuh Bernama DELUSI DIRI

Question: Selama ini umat muslim bersikap seolah-olah kaum mereka paling superior, memiliki SQ setinggi langit, menjadi “polisi moral” yang berhak menghakimi pihak lainnya, merendahkan martabat maupun harkat kaum lain, meng-haram dan meng-kafir-kan golongan lain, ini itu disebut “haram” ataupun “halal”, berbicara besar perihal surga, neraka, Tuhan, dan ayat-ayat Kitab. Namun benarkah demikian, ataukah kesemua itu justru mencerminkan hal sebaliknya?

Apakah Kuliah dan Gelar Sarjana, Masih Membawa Jaminan Kemakmuran Hidup ataukah hanya Menawarkan Delusi-Ilusi yang Rapuh tentang Kesejahteraan?

Terobsesi Meraih Gelar Akademik, maka Sejatinya Anda hanya Memperkaya Pelaku Usaha Industri Pendidikan TInggi

Question: Sebenarnya saat kini, di era kontemporer dimana persaingan dan kompetisi diantara sarjana sudah begitu jenuh, sementara lapangan pekerjaan kian sempit akibat faktor kecanggihan teknologi maupun robotik dan kecerdasan buatan (AI, artificial intelligence) yang sedikit banyaknya telah menggantikan fungsi “tenaga kerja manusia”, padat modal alih-alih padat karya, apakah masih relevan belajar pengetahuan ataupun keterampilan di bangku pendidikan formal berupa sekolah maupun perguruan tinggi? Itu semua ibarat “membeli” izasah, namun telah ternyata izasah tidak menjamin kita akan menemukan hidup makmur.

Perbedaan antara Agama Buddha dan Agama Islam, Sejauh Surga dan Neraka

DEMI KESEDERHANAAN Versus DEMI KESENANGAN INDERAWI YANG TIDAK TERPUASKAN

Agama SUCI Vs. Agama DOSA

Question: Memangnya sejauh apakah, perbedaan antara agama Buddha dan agama Islam?

Adzan Berkumandang, para Pencandu Ideologi Korup “PENGHAPUSAN DOSA” Berbondong-Bondong Datang Berkumpul

Apakah Betul Setan Membenci Suara Adzan?

Question: Kalangan muslim selalu melecehkan kaum NON yang merasa terganggu oleh suara speaker eskternal masjid yang super berisik, sebagai setan, dengan alasan “setan dan jin takut dan membenci suara adzan”. Apakah memang betul begitu adanya?