KAFIR Teriak KAFIR, Maling Teriak Maling, Itulah Ciri Khas Muslim Tipikal Islam
Question: Sering orang-orang muslim menghardik kaum nonmuslim sebagai kafir alias mengkafir-kafirkan. Memangnya apa yang dimaksud dengan kafir?
KAFIR Teriak KAFIR, Maling Teriak Maling, Itulah Ciri Khas Muslim Tipikal Islam
Question: Sering orang-orang muslim menghardik kaum nonmuslim sebagai kafir alias mengkafir-kafirkan. Memangnya apa yang dimaksud dengan kafir?
Umat Agama Samawi Berjalan di Tempat, Sebanyak Apapun Ritual
Ibadah Mereka, Divonis Hidup dan Mati sebagai PENDOSA PECANDU PENGHAPUSAN DOSA
alias Menjelma KORUPTOR DOSA
Dogma PENGAMPUNAN / PENGHAPUSAN DOSA membuat umat Agama Samawi Tidak Merasa Perlu untuk Tobat
Question: Yang paling tidak saya mengerti dari jalan pikiran umat agama samawi, ini dan itu disebut “dilarang Allah”, ini dan itu dosa, ini dan itu haram, ini dan itu najis. Mengharam-halal-kan segala sesuatunya, seolah-olah sebagai kaum paling superior alias “polisi moral” yang berhak menghakimi kaum lainnya. Mereka menyuruh orang lain untuk bertobat, bicara tentang apa itu akhlak dan moral, namun disaat bersamaan mereka sendiri setiap harinya melakukan ritual doa permohonan pengampunan dosa secara vulgar lewat pengeras suara alias mempertontonkan “aurat terbesar” ke publik berupa berbuat dosa sebelum kemudian memohon pengampunan terhadap dosa-dosa tersebut. Bila ritual ibadah mereka untuk seumur hidupnya, telah ternyata ialah doa-doa pengharapan pengampunan dosa, lalu dimana letak “tobat”-nya karena kembali mengulangi dosa-dosa yang sama maupun dosa-dosa bari lainnya untuk kemudian dimohonkan pengampunan atau penghapusan?
Ideologi “BERBUAT DOSA-DOSA UNTUK DIHAPUSKAN” Sifatnya
Bundling dengan Dogma “PENGAMPUNAN / PENGHAPUSAN DOSA”, Ibarat Pasta Gigi dan
Sikat GIgi
Muhammad Nabi Rasul Allah Mabuk dan Kecanduan PENGHAPUSAN DOSA, sekalipun Kita Tahu bahwa hanya Seorang KORUPTOR DOSA yang Butuh PENGAMPUNAN DOSA
Question: Umat agama islam membuat klaim, klaim yang tidak ada dasar sumber rujukan otentiknya, bahwa muslim yang dihapus dosa-dosanya oleh Allah akan terlebih dahulu dimasukkan ke neraka dan di-bejek-bejek di sana, sebelum kemudian dimasukkan ke sorga kerajaan Allah. Apakah ada cacat logika pada klaim para muslim yang membela dogma agamanya tentang justifikasi pengampunan dosa demikian?
Ketika PENDOSA PECANDU PENGHAPUSAN DOSA justru Meng-KAFIR-KAFIR-kan Orang Baik dan Kaum Ksatria yang Berani Bertanggung-Jawab Atas Perbuatan-Perbuatannya Sendiri
Question: Saya heran, begitu banyak orang jahat yang jahatnya kelewatan karena begitu jahat, di luar rumah maupu di dalam rumah kita sendiri, berkeliaran mencari mangsa. Orang jujur, lebih sukar dicari, karena kita bisa menemukan emas di toko-toko pada pasar tradisional dekat rumah, tapi orang jujur kebanyakan hanya klaim di mulut atau persona (topeng) belaka. Tapi tetap saja, banyak umat manusia mabuk memuja-muji Allah setinggi langit, sekalipun si Allah itu-lah yang telah menciptakan manusia-manusia jahat lengkap dengan software pengisi otak yang bernama sifat jahatnya tersebut. Mengapa demikian?
Agama DUNGU untuk Orang DUNGU, Agama DOSA bagi PENDOSA-PENGECUT yang Berdelusi Masuk Surga Setelah Melakukan Banyak Perbuatan Jahat namun Minim Tanggung-Jawab
Tidak Ada “Kembali ke Fitri” Setelah Mencandu
“PENGHAPUSAN DOSA” (Ideologi KORUP), yang Ada justru Menjelma “KORUPTOR DOSA”
Question: Itu orang-orang muslim, yang memeluk agama “bumi datar”, apa tidak pernah belajar pelajaran geografi di sekolah? Kan ada yang namanya globe, yakni miniatur bola dunia yang bundar bentuknya. Ketika kita memutar 180 derajat baik secara melintang maupun membujur, kita akan menemukan titik lokasi dimana sisi sebaliknya dari telak kabbah yang disembah sujud oleh para muslim. Namun, dimana pun para muslim berada di penjuru dunia, tetap saja, ketika kepala mereka sujud ke arah kabbah, bokong mereka disaat bersamaan menghadap kabah juga, karena dunia ini BUNDAR. Bukankah itu bukti, islam bertentangan dengan sains, dan bahwa nabi pencipta agama islam itu berdelusi bahwa planet bernama bumi ini adalah datar atau flat seperti piring?
Ideologi Korup “PENGHAPUSAN DOSA” Jauh Lebih Merusak dan Adiktif Membuat Kecanduan daripada Narkotika
Ideologi KORUP Dibalik Dogma Agama Samawi
yang Meng-HALAL-kan “PENGHAPUSAN DOSA”, bahkan Lebih Berbahaya daripada
Ideologi Komun!sme
Question: Adakah yang lebih adiktif dan lebih membuat kecanduan serta lebih merusak daripada tembakau, alkohol, maupun narkotika?
Bila Sudah Tahu dan Sadar bahwa Hidup adalah Dukkha, mengapa Masih juga Melahirkan Anak ke Dunia ini untuk Turut Menderita?
Question: Yang membuat saya heran selama ini, apakah ada orang yang tidak menyadari dan mengetahui bahwa hidup atau kehidupan ini sejatinya adalah duka, dimana setiap makhluk yang berkondisi terikat oleh siklus sakit—tua—meninggal dunia? Segalanya berubah, tidak ada yang bisa digenggam erat, bahkan seseorang cenderung untuk menyakiti dirinya sendiri, berpisah dengan yang dicintai, berkumpul dengan yang dibenci, apakah belum cukup membuktikan bahwa hidup ini adalah duka? Pertanyaannya, jika sudah tahu bahwa hidup ini adalah duka, mengapa juga mereka masih menikah dan melahirkan anak-anak yang akan mengalami duka di dunia ini?
Bung, hanya PENDOSA yang Butuh Ideologi KORUP Bernama “PENGHAPUSAN DOSA” bagi “KORUPTOR DOSA”
Question: Iming-iming paling utama yang diberikan oleh Allah, ialah pengampunan atau penebusan dosa, agar umat manusia menghamba kepada Allah. Menjadikan kita patut bertanya, sebenarnya Allah bermusuhan dan berperang dengan setan (evil) atau justru sebaliknya, bermufakat, merangkul, dan bekerjasama dengan setan dalam rangka mengecoh serta memperbudak umat manusia?
Tuhan menurunkan wahyunya
kepada umat manusia,
“Saya adalah
Sang PENCIPTA, menciptakan bumi dan alam semesta serta segala isinya.”
Selayaknya bagi
kita,
Umat manusia,
Untuk mulai berani menjawab
tegas,
“SO WHAT, gitu loh?”
Mengapa Dana Berupa Dhamma merupakan Dana yang Tertinggi diantara Jenis-Jenis Dana lainnya?
Ada banyak kriteria atau jenis dana yang dikenal dalam Buddhisme, mulai dari dana berupa donasi uang, dana tenaga, dana organ tubuh seperti donor darah, dana pikiran, dana “senyum”, dana welas-asih (dana dengan meditasi ber-objek welas-asih yang dipancarkan ke orang lain), hingga dana Dhamma (ajaran kebenaran dan kebajikan).
Bangsa Indonesia Tidak Memandang Tanah Air-nya yang Subur sebagai “Tanah Suci”, namun Padang Pasir Tandus di Arab
Bangsa Indonesia Tidak Memandang Perilaku
“Tidak Korupsi” sebagai “Suci”, namun Dogma “Penghapusan Dosa” sebagai Satu-Satunya
yang “Suci” (Kembali ke Fitri)
Bangsa Indonesia, faktanya, merupakan kaum agamais yang “BUTA AKSARA”. Mereka mengusung doktrin “mencuri dan korupsi, hukumannya ialah POTONG TANGAN”, “berzina, hukumannya ialah RAJAM”, sesuai hukum syariat. Faktanya, sumber otentik agama islam, salah satunya yakni hadist, justru mengatakan sebaliknya : HUKUM POTONG TANGAN SAMA SEKALI TIDAK EFEKTIF MEMBUAT JERA PELAKU PENCURIAN, juga “anti tabayun” alias “anti audi et alteram partem” (memvonis semata berdasarkan “katanya, katanya, dan katanya” dimana tersangka sama sekali tidak diberi kesempatan membela diri).
Sungguh Kasihan “Tuhan yang Butuh Pahlawan”!
Anda tahu, apa lawan kata dari kata “Tuhan sang Pencipta”? Jawabannya ialah “kehendak bebas” (free will). Karena lawan kata “Tuhan sang Pencipta” ialah “kehendak bebas”, karenanya menjadi mustahil “manusia ciptaan Tuhan” memiliki apa yang dinamakan “kehendak bebas”, mengingat keduanya merupakan dua proposisi yang saling menegasikan satu sama lainnya, yang menurut ilmu logika diistilahkan sebagai “contradictio in terminis” sehingga tidak dapat eksis dalam satu waktu yang bersamaan. Ingat, dogma paling primer dari agama samawi ialah : segala sesuatunya terjadi atas kehendak, rencana, kuasa, serta seizin Tuhan—itulah sebabnya, Tuhan diberi label oleh agama samawi sebagai “Maha Kuasa” (omnipotent).
Memuliakan Tuhan adalah dengan Cara menjadi Manusia yang MULIA, Bukan dengan Cara menjadi seorang PENDOSA PECANDU PENGHAPUSAN DOSA
Question: Bila pandangan umum di masyarakat, ialah manusia terlahir seperti selembar kertas yang bersih dan polos, maka bagaimana menurut pandangan Buddhistik mengenai hal tersebut?
Yang Hidup dari Pedang (Ideologi KORUP Bernama “PENGAMPUNAN DOSA”), akan Mati oleh Pedang yang Sama
Vonis dan Nasib Hidup Kaum
KORUPTOR DOSA : Hidup Penuh Penyesalan ketika Pelakunya Belum Dibalas dan Diadili
Selagi Masih Hidup
Question: Mengapa terhadap maling sandal saja, orang Indonesia bisa beramai-ramai mengeroyoki, tidak jarang hingga maling itu tewas di tempat karena dibakar warga? Bukan satu atau dua kejadiannya, dan juga dapat kita temukan fenomena sosial serupa di berbagai wilayah di negeri serba agamais ini. Apa yang sebetulnya dipikirkan oleh mereka sehingga tergerak untuk melakukan aksi “main hakim sendiri” ini?
Berani Berbuat (Konteks), maka Harus Berani Bertanggung-Jawab (Konsekuensi)
Agama Samawi justru Mengajarkan Umatnya
untuk Mencurangi Konsekuensi Atas Perbuatan-Perbuatan Buruk Mereka Sendiri lewat
Ideologi KORUP (bagi KORUPTOR DOSA) Bernama “PENGAMPUNAN / PENGHAPUSAN /
PENEBUSAN DOSA”
Pisau dapur yang menjadi andalan penulis, bukanlah pisau dapur yang tajam setajam silet, namun pisau yang “tidak terlalu tajam”. Mengapa? Alasannya sederhana, ketika penulis melakukan kekeliruan dalam memotong sayur ataupun buah, tidak berakibat fatal melukai tangan. Pisau dengan bilah besi yang cukup tebal dan tidak terlampau tajam, paling ideal untuk memotong buah, karena resiko tangan terluka sayatan menjadi cukup kecil. Entah sudah untuk keberapa kalinya penulis tertolong oleh pisau yang kondisinya “tidak terlampau tajam”. Pisau yang tajam yang pisau yang tidak terlampau tajam, adalah konteks. Masing-masing konteks, memiliki konsekuensinya sendiri.
Ciri Orang Paling DUNGU Sedunia, Aneh namun Nyata dan Jamak di Tengah Masyarakat
Question: Seperti apakah ciri-ciri orang paling dungu di dunia ini, namun pertanyaan saya tidak terkait dengan tingkat IQ seseorang maupun sejenisnya? Apakah orang yang sudah berbuat keliru, ketika ditegur oleh korbannya, justru lebih galak, itulah orang paling dungu sedunia?
Agama Samawi justru Mendidik dan Membiasakan Umatnya Hidup dan Mati dengan Vonis sebagai PENDOSA PECANDU PENGHAPUSAN DOSA
Question: Ketika ada orang yang menyakiti atau merugikan diri kita, lalu ia berkelit dari tanggung-jawab dengan berkata kepada kita, “Tidak ada orang yang sempurna!”, maka apa yang bisa jadi tanggapan kita?
Siapapun dapat
menjadi korban penipuan,
Termasuk Anda,
Tanpa terkecuali.
Ketika Anda menjadi
korban penipuan,
Lalu melaporkan /
mengadu kepada Tuhan,
Tuhan pun menjawab tangisan
Anda,
“Maaf, Anda belum
beruntung. Si bajingan penipu itu telah saya hapus dosanya dan akan saya
masukkan ke surga.”
Tangisan Anda pun
kian meledak kian hebat,
Lalu kembali
bertanya kepada Tuhan,
“Mengapa?”
Betapa perspektif seorang
manusia,
Bisa begitu subjetif,
Irasional,
Serta bias.
Pelangi itu indah,
Manusia menyebutnya sebagai,
Ciptaan Tuhan.
Bung, hanya Pendosa yang Butuh PENGHAPUSAN DOSA dan hanya AGAMA DOSA yang Mempromosikan PENGHAPUSAN DOSA (bagi KORUPTOR DOSA) alih-alih Mengkampanyekan Gaya Hidup Higienis dari Dosa
Lawan Kata dari SIKAP BERANI BERTANGGUNG-JAWAB (Jiwa
Ksatria), ialah PENDOSA PECANDU PENGHAPUSAN DOSA
Question: Banyak orang di masyarakat kita, bahkan itu orang-orang terdekat dan senior kita, mengatakan bahwa agama-agama samawi ialah agama suci. Yang tidak masuk di akal sehat saya, mengapa agama samawi seperti nasrani justru memasukkan kedua penjahat yang disalib bersama yesus, ke surga alih-alih ke neraka, seolah-olah Tuhan lebih berpihak terhadap pendosa alih-alih bersikap adil kepada korban? Terlebih, agama samawi seperti islam, nabinya justru lebih sibuk berdoa memohon pengampunan dosa, alih-alih sibuk buat baik ataupun sibuk bertanggung-jawab atas perbuatan-perbuatan buruknya sendiri. Apakah pandangan mayoritas penduduk demikian, termasuk kesesatan logika yang populer dikenal dengan istilah “argumentum ad populum”?
Gajah Persis di Depan Mata, Tidak Tampak. Semut di Seberang Samudera Ditunjuk-Tunjuk. Itulah Pola Tingkah Khas para Muslim dan Muslimah
Baru-baru ini ada sebuah pengalaman pribadi yang penulis alami sendiri secara langsung, dan cukup mencerminkan wajah “muslim sejati”. Suatu sore, penulis dan seorang muslimah cilik tidak dikenal menunggu kedatangan kendaraan umum, dengan berdiri di pinggir jalan, selama lebih dari setengah jam lamanya. Mendadak, datang seorang muslimah remaja yang juga memakai jilbab seperti sang muslimah cilik. Kendaraan umum yang hendak kami tumpangi melintas dalam kondisi selalu penuh penumpang, dimana beberapa waktu kemudian, tiba kendaraan umum dengan rute yang hendak kami tumpangi, akan tetapi hanya menyisakan satu buah kursi kosong, sementara penumpang yang hendak menumpang terdiri dari tiga orang.
Tidak ada seorang pun yang
tahu secara pasti,
Apa yang akan terjadi di masa
mendatang.
Apapun dapat terjadi,
Tidak ada kepastian,
Dan tidak ada yang dapat menjamin.
Orang Dungu namun Hendak Menghakimi Kaum Lainnya, Apa Jadinya?
Nabi Muhammad ANTI PUASA DOA “PENGHAPUSAN DOSA”, Sesibuk
Buat Dosa sebagai “Bussiness as Usual”
sang Rasul Allah
Bila Anda suka masakan dengan rasa asin, maka apakah menjadi aneh, bila ada orang lain yang justru menyukai rasa asam dan menghakiminya? Salah satu ciri orang yang tidak bijaksana, ialah miskin pengetahuan namun memiliki sifat dungu yang mendominasi gaya berpikirnya. Akibat arogansi, ia merasa dirinya tidak perlu meluaskan khazanah pengetahuan, berdelusi bahwa dirinya telah tahu segalanya meski faktanya bagai “katak dalam tempurung”.
MANUSIA SAMPAH, namun Berdelusi sebagai Kaum Paling Superior yang Merasa Berhak Menghakimi Kaum Lainnya
Question: Banyak kalangan muslim yang menghakimi kaum nonmuslim sebagai “setan”, karena merasa terganggu akibat polusi suara berdesibel tinggi dari suara speaker pengeras suara eksternal masjid. Memangnya ribuan tahun lalu di negeri padang gurun arab jauh di sana, ada yang namanya barang elektronik yang ditenagai oleh arus listrik semacam speaker ataupun toa? Bukankah yang kerap dikomplain oleh kalangan nonmuslim, ialah berisiknya speaker pengeras suara eksternal masjid itu? Akibat praktik beribadah kaum muslim yang begitu berisik serta norak, lalu lahirlah fenomena “sound horeg” yang tidak kalah mengganggunya seperti polusi suara speaker eksternal tempat ibadah para muslim itu. Anehnya, mengapa “sound horeg” diberi fatwa haram oleh muslim, namun speaker yang norak dan berisik semacam itu justru dihalalkan? Mengapa segala hal yang dilabel sebagai “islam”, menjadi “halal”?
Jika Tidak Ada Kebenaran Tunggal atau yang Mutlak Sifatnya, Maka Semua Orang hanya Boleh “BE SILENT”!
Bila Tidak Ada Kebenaran Tunggal, maka Tidak Ada
Surga maupun Neraka, juga Tidak akan Ada Vonis Pidana Penjara
Question: Ada yang menyatakan bahwa kebenaran itu tidak
tunggal sifatnya. Jika kebenaran memang tidak tunggal adanya, namun majemuk,
lantas bukankah itu artinya dunia ini digerakkan oleh hukum yang ambigu dan
kita harus berspekulasi sepanjang hari, dimana murid-murid ataupun ilmuan tidak
lagi dapat memproduksi sesuatu ataupun memecahkan masalah dengan rumus
matematika, hukum fisika, hukum kimia, ataupun ilmu-ilmu eksakta lainnya untuk
keperluan engineering yang membutuhkan
daya presisi tinggi?
Kalau begitu juga, bukankah artinya tidak boleh lagi ada orang yang dihukum penjara, juga tidak boleh lagi ada orang yang dimasukkan ke neraka, ke surga, ataupun ke penjara, karena segalanya menjadi “nisbi”, bila memang “tidak ada kebenaran yang tunggal” sifatnya? Mengapa juga, hakim (di pengadilan) saat memutus perkara, menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan (seyakin-yakinnya) telah terbukti bersalah? Bukankah bila tidak ada yang namanya “kebenaran”, maka tidak ada yang namanya “bukti”? Bukankah istilah “bukti” maupun semacam “fakta persidangan”, merupakan lawan kata dari “rumor”?
Umat Muslim adalah Kaum OPORTUNIS yang Tidak Punya Pendirian dan Inkonsisten dalam Segala Hal, alias Tidak Punya Integritas Diri
Question: Oportunis artinya apa? Di satu sisi, kaum muslim selalu bilang serangan israel ke palestina bukanlah isu terkait agama, untuk menarik simpatik publik dan dunia. Tapi di sisi lain, mereka selalu bilang itu zionis, yahudi, para muslim di timur-tengah dan seluruh dunia harus bersatu melawan yahudi dan amerika, muslim dizolimi, organisasi islam OKI harus tegas dan keras menentang, mati sahid melawan yahudi, kutuk yahudi, dan sebagainya. Apa itu juga termasuk sikap oportunis?
Juru Selamat-nya PENJAHAT / PENDOSA, Juru Petaka-nya KORBAN
Question: Mengapa yesus kristus disebut sebagai juru selamat?
Se-Ideal dan Se-Baik Apapun Aturan Hukum Dibentuk,
menjadi Percuma Bila Pejabatnya (masih) Agamais Pemeluk AGAMA DOSA
Dogma KORUP Bernama “PENGHAPUSAN DOSA” Selalu Bundling dengan “DOSA-DOSA UNTUK DIHAPUSKAN”. Buat Dosa, Siapa Takut? Ada “PENGHAPUSAN DOSA”!
Question: Yang namanya prosedur, pastinya sejak semula dirancang dan dibuat untuk suatu tujuan tertentu yang memiliki dasar pemikiran yang baik, seperti untuk melindungi rakyat maupun warga sekitar, sehingga harus ada semacam AMDAl (analisis mengenai dampak lingkungan), izin mendirikan bangunan, izin penyedotan air tanah, izin tambang, izin gangguan, dan lain sebagainya. Namun mengapa ujung-ujungnya justru kesemua aturan yang baik itu menjelma bumerang dimana warga harus membayar sejumlah uang “pungli” (pungutan liar), kepada oknum-oknum yang memperkaya dirinya sendiri dengan cara memperjual-belikan izin-izin tersebut?
Orang Jahat Otomatis Masuk Neraka Sekalipun Sepanjang Hidupnya Sibuk Memohon PENGHAPUSAN DOSA
Question: Jadi orang baik, yang sepanjang hayat hidupnya menghindari perbuatan buruk dan disaat bersamaan rajin buat baik, apakah otomatis masuk surga, sekalipun tidak berdoa memohon dimasukkan ke surga dan sekalipun ateis?
Tidak Ada Orang Baik dalam Agama Islam, Muslim yang Baik Hati adalah OKNUM
Yang Ada dalam Islam Hanyalah PENDOSA PECANDU
PENGHAPUSAN DOSA (KORUPTOR DOSA)
Question: Bukankah masih ada juga, satu atau dua orang muslim yang baik orangnya?
Orang Dungu Cenderung Memakan dan Termakan Dogma-Dogma AGAMA DOSA
Question: Abraham atau Ibrahim, mau menyembelih leher anak kandungnya sendiri, Ishaq atau Ismail, demi ego pribadi sang ayah yang ingin bersetubuh dengan puluhan bidadari berdada montok di kerajaan Allah. Bukankah itu mirip orang buta, banyak para “agamais” di dunia ini yang justru memuji sang ayah yang lebih mirip psikopat-egoistik tersebut, bahkan merayakannya, menyanjungnya, menjadikannya “nabi”, memujinya, bahkan menirunya lewat praktik jahat bernama “pesugihan menumbalkan anak kandung sendiri”, alih-alih mencelanya, menghindarinya, mengutuknya, mencemoohnya, ataupun menjauhinya. Bisikan setan disebut bisikan Tuhan. Bahkan di Indonesia ada dikenal istilah “Juleha”, singkatan dari “Juru Sembelih HALAL”. Berlomba-lomba para “agamais” tersebut dituntun oleh dogma-dogma yang dengan akal sehat dan pikiran jernih saja kita bisa sadar dan tahu bahwa itu adalah ajaran yang “toxic”.
Allah Saja Lebih PRO terhadap PENJAHAT (PENDOSA) dengan Menghapus Dosa-Dosa para Bajingan-Biadab tersebut, Alih-Alih Bersikap Adil kepada Korban
Question: Mengapa hakim pada pengadilan di Indonesia, mudah sekali disuap sehingga hukum, keadilan, maupun putusan pengadilan diperjual-belikan dengan memenangkan ataupun membebaskan pihak yang jelas-jelas bersalah? Bukankah itu namanya merampas hak-hak maupun keadilan bagi pihak korban?
Lebih Hina daripada Pengemis, Pengemis Saja Mencari Makan Tanpa Merampas Nasi dari Piring Milik Orang Lain
Lebih Hina daripada Wanita Tunasusila, Wanita Tuna Susila
Saja Mencari Makan Tanpa Merampas Nasi dari Piring Milik Profesi Orang Lain
Question: Tidak sedikit orang-orang yang sudah punya banyak rumah, banyak tabungan, banyak kendaraan, banyak harta, namun masih juga bersikap seperti pengemis, meminta-minta dari orang yang sejatinya lebih kurang secara ekonomi daripada diri mereka. Bahkan, ada juga orang-orang yang sekalipun tergolong milioner, namun masih juga tanpa malu merampas hak-hak ekonomi orang lain yang sedang mencari nafkah, sehingga terkesan seolah hanya dirinya seorang saja yang berhak mencari nafkah tanpa mau menghargai hak orang lain untuk juga mencari nafkah. Mengapa bisa ada orang yang begitu tidak punya malu dan “sudah putus urat malunya” seperti itu?
Bahaya Dibalik Gaya Hidup Berbiaya Tinggi
Didik Anggota Keluarga Anda Hidup Rendah Hati dan
Sederhana, Paling Tidak Dimulai dari Diri Anda Sendiri sebagai Teladan bagi Putera-Puteri
Anda
Question: Kita tidak pernah tahu, apakah besok kita diputus hubungan kerjanya (PHK) oleh perusahaan, atau usaha kita bangkrut, terkena musibah sehingga kehilangan harta, atau bahkan kesehatan sehingga tidak lagi mampu bekerja secara optimal, dan sebagainya. Apakah tidak bahaya, ketika ada keluarga atau orangtua yang mendidik anak-anaknya hidup dengan gaya hidup berbiaya tinggi, dimana anak-anaknya tidak menjadi terbiasa dengan cara hidup sederhana? Tidak ada yang lebih mengerikan daripada mendidik putera-puteri kita gaya hidup berbiaya tinggi dengan senantiasa menuruti segala keinginan mereka untuk dibelikan ini dan itu, meskipun kita sanggup untuk membelikan mereka kesemua yang mereka inginkan.
Hanya AGAMA DOSA, yang Mempromosikan PENGHAPUSAN DOSA bagi Pendosa
Bung, Hanya Seorang PENDOSA yang Butuh PENGHAPUSAN
DOSA!
Segalanya HALAL dalam Islam, DOSA di-Bundling /
Komplomenter dengan PENGHAPUSAN DOSA, Sempurna (PERFECT CRIME)!
Question: Mengapa saya selalu merasa, kaum muslim selama ini merupakan para “munafik teriak munafik”? Setiap harinya mereka berdoa memohon agar dosa-dosa mereka diampuni atau dihapus, dan itu mereka ucapkan bahkan di speaker eksternal tempat ibadah mereka dan dipertontonkan lewat sinetron religi, tanpa rasa malu terlebih di-tabu-kan. Setiap hari raya idul fitri mereka pesta-pora “dosa-dosa setahun dihapuskan” sekalipun konsumsi mereka meningkat drastis selama bulan ramadhan, dan meninggal dunia pun sanak keluarganya lewat toa pengeras suara mengumandangkan doa-doa permohonan “penghapusan dosa” bagi sang almarhum pendosa. Tampaknya, Tuhan mereka lebih PRO terhadap pendosa daripada bersikap adil terhadap kalangan korban. Itu “agama suci” ataukah “agama dosa”, kok begitu banget yang menjadi idaman, harapan, atau dambaan para “agamais” tersebut?
Pendosa Jelas Berminat pada Ajaran Korup Bernama PENGHAPUSAN DOSA
KORUPTOR DOSA Manakah, yang Tidak Tergiur dan Memakan
serta Termakan Ideologi KORUP Bernama PENGHAPUSAN DOSA?
Question: Agama yang mengajarkan “pengahapusan dosa” (pengampunan maupun penebusan dosa, abolition of sins), adalah “agama dosa” bagi pendosa. Namun mengapa saat kini yang justru berkembang dan banyak umat pengikutnya, justru adalah “agama-agama dosa” tersebut yang mengkampanyekan ideologi korup bagi para “koruptor dosa” alih-alih mempromosikan gaya hidup higienis dari dosa?
Delusi para Muslim, SQ Jongkok dan IQ Tiarap namun Menuntut Dijadikan Polisi Moral dan “Standar Moral”?
PENDOSA PECANDU PENGHAPUSAN DOSA Mustahil Mencapai
Kesucian, Mereka justru Kian Tenggelam dalam Jurang Nista dan Kubangan Dosa
Question: Apa dasar atau sebabnya, kaum muslim selalu bersikap seolah-olah mereka-lah satu-satunya kaum paling superior yang memonopoli kapling di alam surgawi, yang juga berhak menghakimi kaum lain serta menjadi “polisi moral”? Banyak muslim yang melecehkan dan memandang rendah fungsi IQ, lalu mengklaim bahwa yang terpenting di dunia ini ialah SQ semata alias “iman”.
Yang Hidup dari Pedang, akan Mati karena Pedang.
Muslim yang Hidup dari PENGHAPUSAN DOSA, akan Mati oleh Muslim Lain yang Hidup dari
PENGHAPUSAN DOSA
Umat Muslim Itu Sendiri yang Paling MERUGI Masuk dan Memeluk Agama Islam
Question: Mengapa umat muslim, menyebut kaum NON sebagai kaum paling “merugi”, maksudnya apa?
Apalagi Tuhan, Anda Saja Tidak Akan Memberikan Kepercayaan kepada Manusia PECANDU PENGHAPUSAN DOSA
Question: Apakah mungkin terjadi ataukah sebaliknya, manusia-manusia yang selama hidupnya tidak jarang menyakiti, melukai, maupun merugikan orang-orang lainnya, bisa masuk surga dan bersatu dengan Tuhan yang katanya “maha murni”, hanya karena dihapus dosa-dosanya berkat menyembah Tuhan? Bukankah itu menyerupai dipersatukannya noda atau kotoran ke dalam sesuatu yang steril sifatnya, alias hanya mencemari?
Hanya orang dungu, yang memakan dan termakan ajaran islam. Banyak kalangan muslim, yang akibat dungu, bahkan masih juga berdelusi bahwa islam adalah “Agama SUCI”. Faktanya, cukup dengan “pikiran jernih” dan “akal sehat milik orang sehat”, kita akan tahu bahwa islam adalah “Agama DOSA”.